BAB 54

1825 Kata

Seperti yang dikatakan Ken tadi. Ternyata, malam ini aku sendirian di tempat ini. Semua orang yang sempat aku lihat tadi sudah pergi semua. “Ken, tolong bukain tirainya dong?” pintaku pada Ken saat setelah selesai menyuapiku. “Buat apa?” tanyanya. “Mau lihat aja,” jawabku singkat. “Ooooo....” serunya. Dan tangannya itu dengan mudah menggeser tirai yang tadi mengelilingi tempat tidurku. Sekarang, aku bisa melihat semua orang yang ada di tempat ini. Karena ternyata, tempat yang hanya ditutup hanyalah tempat tidurku saja. Ada sekitar sembilan tempat tidur lain di kamar yang cukup luas ini. Dan semuanya itu ada yang mengisinya. Benar kata Ken, luka yang mereka derita tidak terlalu parah. Ada yang hanya memar, dan ada juga yang keseleo bagian tangan atau pun kaki. Tidak ada yang terluka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN