Pengawas itu mulai menyuruh kami untuk masuk ke dalam hutan yang lebih jauh lagi dari pinggir asrama. Mereka sengaja membuat kelompok yang hanya terdiri dari sepuluh orang saja. Setiap sepuluh orang, dibiarkan untuk masuk lebih dulu selama sepuluh menit. Lalu setelah itu pun, kelompok selanjutnya. Sampailah, sisanya kelompokku dan Ken. Ken sengaja mengajak aku berdiri paling belakang. Agar, kami mendapatkan kelompok terakhir. Dengan begitu, kemungkinan untuk berpisah itu sangat kecil. Sehingga, aku bisa berjalan beriringan dengannya dan delapan perempuan yang lainnya. Ken sepertinya masih merasa khawatir dengan diriku. Aku tetap memaksakan diri untuk ikut kegiatan ini. Padahal, tubuhku ini tiba- tiba mengalami sesuatu yang tidak terduga. Namun demikian, aku masih harus bersyukur. Aku tid

