“Kalian ke sini. Coba liat nomor kalian?” tanya kakak pengawas yang sedang mengawasi pos ke dua ini. Barisan pertama dari kelompok kami pun melihatkan nomor yang ada di tangannya itu. Mengapa di pos ke dua ini harus ada pemeriksaan nomor seperti ini. Padahal saat mengambil air minum tadi, mereka tidak melakukan hal ini terhadap kami. Aku dan Ken dengan bebasnya mengambil air yang sudah mereka sediakan di dalam gelas- gelas itu. Bahkan, kami juga membawa satu botol air mineral. Ini sebagai pegangan kami selama perjalanan ini. “Kenapa sekarang nomornya diperiksa?” tanyaku pada Ken. “Kan tadi aku bilang. Nomor satu sampai nomor lima puluh akan dibedakan dengan yang nomor lima puluh satu sampai seratus,” jawab Ken sambil memperhatikan orang- orang itu. “Kamu yakin, Ken?” Aku melihat orang-

