BAB 44

1602 Kata

Aku berjalan seorang diri menyusuri hutan ini. Meski matahari sudah mulai memunculkan dirinya, namun hutan ini masih terasa lembab dan dingin. Kanan dan kiri juga masih terasa gelap dengan pepohonan dengan daunnya yang lebat. Sehingga, sinar matahari kesulitan untuk menghangatkan tempat ini. “Cit... ciut....” suara burung mengisi kesunyian tempat ini. Aku menjadi sedikit terhibur, meski aku sendiri tidak melihat burung- burung itu. Mereka bersembunyi di balik dahan yang tinggi. Sehingga, aku hanya bisa mendengar suara mereka yang saling bersautan. Aku terus langkahkan kaki ini ke dalam hutan. Suara hewan- hewan kecil lainnya juga mulai terdengar. Sampai suara monyet yang mencoba menggangguku juga mulai mengambil perhatianku. Takut memang. Namun, aku tidak menunjukkannya. Karena semakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN