Aku sudah tidak kuat lagi. Akar yang aku jadikan pegangan ini, semakin lama terasa semakin licin. Tanganku yang menjadi penahan ini pun, juga mengalami sedikit luka. Itu pula yang membuat aku semakin tidak kuat menahan pegangan ini. Tanganku semakin terasa sakit. “To... Tolong....” Aku berusaha untuk berteriak. Namun, aku tidak jadi melakukannya. Aku pikir, percuma juga aku berteriak. Pasti tidak akan ada orang yang mendengar diriku. Jika banyak orang yang berada di dekat sini, maka Reny tidak akan lama memanggil orang seperti ini. Aku hanya bisa pasrah dan tetap bertahan di sisa tenaga yang ada. “Sreekkk... dug. Sreekkk... dug.” Aku mendengar ada sesuatu yang bergerak di atas sana. Namun, aku tidak punya kekuatan untuk bergerak. Walau hanya untuk sedikit melihat ke atas, tenagaku suda

