Aku masih bisa menikmati di saat seperti ini. Di waktu aku pusing dengan keadaan ini. Di saat aku harus menahan rasa sakit yang sedang melanda diriku ini. Aku tidak bisa membayangkan aku masih bisa tertawa terbahak- bahak dengan perempuan yang memapah diriku ini. “Hahahaha....” Aku masih tidak bisa menahan rasa tawa ini. Jika membayangkan dirinya yang tersangkut di atas pohon, mungkin aku akan merasakan sangat sedih. Namun, ini lain cerita. Yang tertinggal di atas pohon itu adalah celananya. Aku tidak bisa membayangkan jika ada orang lain yang melihat kejadian itu. Aku jadi sedikit paham, kenapa dia memilih untuk tidak menjawab teriakan aku dan Reny saat memanggil dia tadi. “Sudah napa. Kamu masih bisa tertawa di saat seperti ini,” kata Vina kesal. “Habisnya... Mmmffhhh....” Aku berusa

