“Alasan aku masih berada di asrama ini... semua itu karena... kamu.” Perkataan Vina saat di gudang itu, seolah berputar kembali di benakku. Aku sempat melupakan kejadian saat itu. Aku hanya mengingat betapa dan dinginnya bangunan tua yang ada di tengah hutan itu. Namun, aku sudah tidak menanggapi apa pun tentang perkataan Vina itu. Tetapi kali ini, perkataan yang ingin sekali aku lupakan dari pikiranku itu. Dia kembali muncul kembali. Itu pun semakin membuat aku bertanya- tanya. Siapa sebenarnya Vina ini. Apakah tujuan dia ada di asrama ini hanya sesimpel itu. Ataukah, memang ada alasan yang lainnya. “Aduh...” tiba- tiba, kepalaku dan dadaku mulai terasa sakit kembali. Setelah bayangan tentang gudang itu kembali menghantui diriku, bayangan tentang kejadian yang sama pun ikut muncul ju

