“Si... siapa yang gantiin baju aku tadi,” tanyaku terbata-bata, saat sadar apa yang terjadi pada diriku. Aku perhatikan tubuhku yang sudah tidak mengenakan pakaian tadi. Memang aku akui, celana yang aku pakai tadi bentuknya sudah tidak karuan. Selain sudah robek, darah yang membasahinya juga tidak bisa diceritakan lagi. Aku sendiri tidak tahu sudah berapa banyak darah yang aku buang saat masih menggantung di sana. Tetapi, bagaimana dengan bajuku. Walau memang terdapat kotoran, keringat dan juga darah di sana. Namun, aku rasa tidak perlu seharusnya bajuku ini dibuka olehnya. Aku tidak merasakan ada yang luka di bagian tubuhku. Hanya bagian kaki dan sedikit goresan juga di tangan. “I... ini....” Aku juga baru sadar, bahwa sarung tangan yang menyerupai kulit itu. Kini sudah tidak menempel

