“Huh, aku tahu... kamu pasti akan mengarang cerita kan. Kamu jangan percaya sama dia, Ya.” Belum saja, Vina mulai menceritakan keadaannya setelah berpisah dengan diriku. Reny langsung menuduh Vina akan mengatakan sesuatu yang tidak benar. Perempuan ini sepertinya sangat suka mengadu domba seseorang. Meski belum terlalu mengenalnya, namun sikap itu bisa terlihat jelas dari cara dia berbicara. “Tapi, aku....” “Sudah, Vin. Kamu enggak usah dengerin dia. Aku percaya kok sama kamu. Meski, kamu tidak mengatakan apa pun,” kataku. “Cahaya....” Mendengar ucapanku itu, membuat Vina tersenyum dengan sangat senang. Namun sebaliknya, itu pula yang membuat Reny semakin kesal dengan situasi saat ini. Tetapi, meski dia sudah berada dalam posisi terpojokan. Dia masih tetap tidak pergi dari sini. “

