“Hufff... akhirnya aku bisa menghirup udara segar lagi,” kataku sambil memandangi pepohonan yang ada di depan kamarku ini. Akhirnya, aku bisa keluar juga dari klinik itu. Sudahlah tempatnya sangat sepi dan jauh di belakang. Para pengawas itu pun sangat suka iseng mengganggu diriku. Untung saja, Umelni memberikan aku obat yang sangat ampuh. Kakiku yang tulangnya agak bergeser dan katanya harus beristirahat minimal lima hari. Karena obat anehnya itu, kaki sebelah kananku sudah bisa bergerak lagi. Walau masih terasa sedikit nyeri. “Enggak papa, emangnya aku dikasih obat ini?” tanyaku saat Umelni akan menyuntikan obat tersebut ke tubuhku. “Mmmm... kamu orang pertama yang mengujinya sih,” jawabnya dengan santai. Dan tanpa bertanya lagi, dia sudah memasukkan cairan yang berada di tabung ke

