BAB 38

1518 Kata

Aku sedang menikmati menjadi seorang tahanan kamar. Baru saja, beberapa jam aku berada di ruangan ini, pikiranku sudah berpikiran macam- macam tentang perempuan yang menemani diriku tadi. Kami sama- sama merasakan dinginnya bermalam di tengah hutan. Namun, bukan hanya itu yang mengganggu pikiranku. Kami berdua keluar dari tempat itu bukan karena keinginan orang yang memasukkan kami ke tempat itu. Bisa dikatakan, kami ini sebenarnya kabur dari tempat itu. Tetapi, karena itu pula aku masih tetap berada di asrama ini. Hanya saja, aku berada di dalam pengawasan orang yang berniat buruk pada diriku. “Kenapa Uqina ingin mengeluarkan aku dari tempat ini ya?” gumamku seorang diri sambil melihat langit- langit kamar. “Enak ya. Kamu masih bisa tidur dengan tenang seperti ini,” kata seseorang yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN