Fakta Lainnya

1080 Kata
Scarlet Point of view End. Rico Point of View. “Terima kasih Karena kau ada ketika aku membuka kedua mataku di sini, Rico!” pandanganku kini menoleh menatap kedua mata dari Scarlet, yang terlihat menyorotkan kesedihan, dan membuatku kini segera mengangguk menanggapinya. “Sama-sama, terima kasih karena kau telah melakukan sebuah tindakan nekad hanya untuk menyelamatkan kakakku, hingga akhirnya kau lah yang harus di rawat seperti ini, Scarlet!” hanya kata itu yang bisa aku katakan untuknya yang kini terkekeh mendengar ucapanku saat itu. Scarlet menganggukkan kepalanya, “Aku berharap semoga kak Sophia baik-baik saja, aku juga berharap semoga ia bisa kita temukan dengan cepat!” jelasnya lagi dan aku merasa sangat berterima kasih atas usaha serta harapan yang di ucapkan oleh Scarlet kepadaku. Hingga pada akhirnya Dokter pun datang untuk memberikan obat kepada Scarlet. “Aku akan memberikannya vitamin, beberapa obat serta obat tidur agar kandungan dari obat yang kuberikan berkerja dengan cepat!” jelas Dokter kepadaku, yang kemudian aku pun hanya bisa menganggukkan kepala menanggapi apa yang di lontarkan oleh sang Dokter yang kini berjalan untuk memberikan beberapa suntikan yang di masukan ke dalam selang infusnya. “...” aku memandangi Scarlet yang kala itu sudah setengah sadar, dan membuatku merasa sedih karena menemukan fakta bahwa Ayahnya pun bahkan ikut terlibat dalam kasus penculikan dari Kakakku. Membuatku merasa bersalah atas apa yang tidak aku lakukan, Scarlet masih kelas Tiga SMU. Banyak hal yang harus ia persiapkan di masa depan, namun semua itu kacau karena Ayahnya. “Hhh …” aku hanya menghela napasku tidak bisa habis pikir dengan apa yang telah terjadi, yang pada akhirnya aku pun memutuskan jika aku harus terus berada di sisinya. Aku raih tangan Secarlet dan menggenggamnya. “Tenanglah Scarlet … aku pastikan kau tidak akan sendirian!” itulah yang aku gumamkan kepadanya yang kini perlahan memejamkan matanya setelah efek dari obat tidur yang diberikan oleh Dokter berfungsi dengan cepat. “Dia akan baik-baik saja setelahnya, Rico!” pandanganku kini menoleh menatap Dokter Josef yang baru saja berbicara pada saat itu. Mendengarnya berkata seperti itu, membuatku kini tersenyum dan menganggukkan kepala untuk menanggapi apa yang ia katakan padaku. Tok … tok … tok … Suara ketukan pintu yang terdengar pada saat itu, membuatku kini menoleh menatap kepada Mr.Key yang kala itu tengah menoleh menatapku dan bersandar di ambang pintu ruangan tempat di mana Scarlet di rawat. “Mr.Key?” tanyaku kepadanya, lelaki bertubuh kurus, memiliki rupa yang tampan, rambut yang tidak pernah berwarna hitam dan kali ini ia memiliki rambut berwarna coklat tua serta coklat muda yang di padu hingga terlihat sangat keren di sana, dengan poni yang menutupi dahinya, kedua mata berwarna orange itu, kini berjalan mendekatiku. “Rico, ada sebuah info yang harus kua ketahui dariku, karena aku rasa kasus yang tengah aku selidiki saat ini berhubungan denganmu!” jelasnya to the point, dan itu lah Mr.Key. Seorang Detektif tingkat S, yang memiliki satu banding dengan Mr.Evander. Mendengarnya berkata seperti itu, membuatku dengan spontan mengerutkan dahiku karenanya. “Eum … a.. apa yang harus aku ketahui?” tanyaku kepadanya, yang kini memberikan sebuah amplop coklat untuk kemudian berkata, “Baca lah! Mungkin kau akan terkejut dengan apa yang aku dapatkan saat ini!” itu lah yang di ucapkan oleh Mr.Key, membuatku kini dengan segera membuka file tersebut dan membaca isi dari sebuah informasi yang telah di susun oleh Mr.Key. Dan itu adalah surat pengajuan penangkapan dan penahanan dari Mr. Nicholas. Dengan cepat aku menoleh menatap Mr.Key, untuk kemudian aku pun bertanya hal yang ada di dalam kepalaku kepadanya pada saat itu, “Penangkapan dan penahanan atas dasar apa, Mr.Key?” itu lah yang aku tanyakan kepadanya, yang kemudian membuatnya kini berkata, “Aku menangani kasus pembunuhan Mrs. Jannet Elder dan juga suami yang kesembilannya!” jelas Mr.Key kepadaku, yang tentu saja hal itu sangat mengejutkan ku. “A… apa?! bukankah kasus itu sudah di tuntaskan oleh Polisi?” tanyaku kepada Mr.Key yang kini mengangguk menanggapinya, “Itu benar, tapi kasus kembali di buka setelah Mr.Ed, mantan suami pertama dari Mrs. Jannet merasa bahwa ada hal yang janggal di dalam penarikan kesimpulan para polisi, karena setahu Mr.Ed jika suami dari mantan istrinya yang kesembilan ini sangat baik! Ia bahkan mampu membuat Mrs.Jannet mengunjungi anak mereka yang tinggal bersama dengan Mr.Ed setelah selama lima tahun tidak mendatanginya! Dan akhirnya kasus ini pun aku tangani!” jelas Mr.Key kepadaku, “Lalu apa hubungannya dengan Sir Nicholas?” tanyaku kembali kepadanya, “Nicholas memalsukan seluruh barang bukti yang kemudian di serahkannya kepada tim detektif swasta, dan membuatku yakin jika ia juga merupakan seorang tersangka dari kasus ini! Karena kami menemukan sebuah tulisan yang sengaja ditinggalkan oleh Mr.Panji, suami dari Mrs.Elder yang juga meninggal, sebuah kode!” jelas Mr.Key kepadaku, dan kemudian membuatku kini mengerutkan kembali dahiku ketika mendengar hal itu, “Kode?” tanyaku dan Mr.Key mengangguk menanggapinya, “Kode itu merupakan sebuah kode milik Mr.Panji di mana itu adalah kode dari CCTV tersembunyi yang merekam isi dari apartemen Mrs.Edler dan juga apartemennya. Dan di sana terdapat sebuah barang bukti yang kuat, jadi aku rasa aku tidak perlu lagi menjelaskan kepadamu kenapa aku mengajukan surat penangkapan dan penahanan saat ini, rico!” itu lah yang di jelaskan oleh Mr.Key, yang membuatku kini meyakini jika semua ini pasti bersangkut paut dengan Nicholas dan juga Mark. Kuanggukkan kepalaku menanggapi hal ini, ku lirik Mr.Key dan berkata, “Saya akan mengabari anda jika mengetahui posisi dari dirinya, Mr.Key!” itu lah yang aku ucapkan kepada Mr.Key, yang kini menganggukkan kepalanya untuk kemudian mengambil kembali file miliknya dan pergi dari sana. … “Hh …” aku hembuskan napasku ketika merasa bahwa ini semakin menjadi jelas dan sekaligus rumit. Karena aku baru saja mendapatkan sebuah fakta lainnya di mana keduanya tidak hanya menyekap kakakku, melainkan juga membunuh dua orang yang tinggalnya berdekatan dengan mereka pada saat itu. Membuatku kini bertanya-tanya, mengenai apa motif dari kedua orang itu sehingga melakukan sebuah aksi kejahatan seperti ini. Mengingat jika keduanya tidak memiliki masalah terhadap uang atau pun hutang. “Pasti ada sebuah alasan di balik ini semua!’ itu lah gumamanku , dan aku merasa yakin jika itu pasti ada hal lainnya. Pandanganku kembali menoleh menatap Scarlet, dan membuatku menjadi lebih merasa bersalah lagi atas apa yang telah menimpa dirinya pada saat itu. “Aku harus segera menangkap kedua b*****h sialan itu!” itu lah niatku dan aku merasa kesal karena keduanya. Dengan segera aku meraih ponselku untuk kemudian menghubungi timku dan juga beberapa temanku yang berada di Divisi S.T.R, atau Divisi penyergap. …
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN