Kesedihan dan ketakutan atas kenyataan pahit

1453 Kata
“Aku sudah menghubungi pihak polisi dan mereka akan datang dengan segera!” itu lah yang aku ucapkan kepadanya ketika kami tengah berlari keluar dari gedung apartemen itu. Aku senang melihat ketika mobil polisi datang di sana, hingga aku berlari untuk mendekatinhya, namun alih-alih melamban, mobil itu semakin kencang dan menghempas diriku dengan keras, hingga akhirnya aku tidak bisa merasakan apapun lagi dan tidak sadarkan diri dari sana. … Aku tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur, namun ketika aku membuka kedua mataku saat itu. Yang aku sadari adalah aku yang tengah terbaring di atas ranjang tempat tidur bersamaan dengan Rico yang menemaniku kala itu tengah terduduk di samping ranjangku itu. “Ught!” aku mereguh ketika aku berusaha untuk berdiri dari sana, yang membuat Rico segera menoleh menatapku dan terkejut, “Scarlet! Kau sudah sadar? Syukurlah!” itu lah yang di ucapkan oleh Rico sebelum akhirnya ia pergi untuk memanggil Dokter yang kemudian dokter-dokter itu menanganiku di sana. Dan dari apa yang telah di terangkan oleh Rico, aku telah terbaring selama tiga hari lamanya, ia mengatakan jika seorang suster dari kota Koaka menghubunginya dna berkata bahwa aku menjadi korban tabrak lari, yang tentu saja hal itu membuat Rico merasa sangat mencemaskanku hingga mendatangiku ke rumah sakit itu, dan saat ini aku tengah di rawat di rumah sakit I.F Corp. “Apa yang sebenarnya terjadi?? a… aku tidak ingat … karena seingatku, aku membantu Sophia! Di mana dia sekarang, Rico?” itu lah yang aku tanyakan kepada Rico, namun alih-alih menjawab, ia menggelengkan kepala untuk membalasku. “Pihak polisi tidak menemukan apapun di dalam gedung itu, Scarlet … teman-temanmu melaporkan kepada pihak kepolisian namun yang datang adalah ayahmu saat itu, dan setelahnya kami tidak melihat apapun, setidaknya itu lah yang di katakan oleh keempat temanmu!” ucap Rico kepadaku, yang kini hal itu mengejutkanku, “A… kenapa ayahku yang datang?!” tanyaku kepadanya, dan ia menggelengkan kepala, “Teman mu Ravy berkata bahwa ayahmu membawa barang bukti berupa foto yang kalian ambil, namun ketika kami hendak memintanya, ayahmu tak ada … dia menghilang, dan kami menduga bahwa ini ada kaitannya dengan dirinya!” ucap Rico kepadaku, dan aku kini menghembuskan napas ketika mengetahui hal itu. “Jadi … untuk saat ini Ayahku adalah buronan?” tanyaku kepadanya yang kini menganggukkan kepala menanggapi hal itu, “Ya … Ayahmu adalah Buronan, dan kami menetapkan Mark sebagai tersangka yang di cari setelah pada akhirnya Andrew sadar dan menjadi saksi sekaligus korban atas apa yang di lakukan oleh Mark kepada korban-korban yang ia siksa, yang diantaranya adalah memutilasi wanita berusia dua puluhan yang tengah menyeruak ke publik bulan kemarin dan pembunuhan dari Mrs. Edler dan juga suaminya!” mendengar penjelasan Rico pada saat itu, membuatku hanya bisa menghembuskan napas dengan sangat-sangat lemas, aku tidak pernah bisa menyangka maupun menduga, jika sebenarnya tetanggaku adalah seorang psikopat sadistik, dan terlebih lagi apa hubungan dia dengan ayahku hingga ayahku melakukan banyak hal untuknya. “tapi … apa hubungannya ayahku dengan Mark? Hingga ia melakukan banyak hal hingga melukai diriku anaknya sendiri!” ucapku kepada Rico yang kini menghembuskan napasnya untuk kemudian mengusap bahuku seraya berkata, “Pihak I.F Corp sudah mengetahui alasannya, Scarlet … tapi ku rasa akan lebih baik jika kau mengetahuinya di akhir!” ucap Rico kepadaku, yang tentu saja aku menggelengkan kepala merasa jika aku harus segera mengetahui apa yang telah di ketahui di sana. “Tidak Rico … aku harus tahu hal itu sesegera mungkin! Katakan padaku, apa yang mereka ketahui tentang keduanya!” ucapku kepada Rico yang kini membuat Rico pun menghembuskan napasnya menanggapiku, di saat yang bersamaan seorang lelaki berpakaian serba hitam pun datang, “Rico, ada hal yang harus kau ketahui mengenai peristiwa tabrak lari yang terjadi terhadap te …- Ucapan lelaki itu terhenti ketika mengetahui jika aku sudah tersadar pada saat itu, melihat ia terdiam membuat Rico kini menghembuskan napasnya dan berkata, “Kita bisa bicarakan itu nanti, Eugene!” ucapnya dan membuat lelaki bernama Eugene itu mengangguk untuk kemudian segera pergi dari sana, yang tentu saja mengejutkanku ketika mengetahui jika ada hal yang di sembunyikan oleh Rico pada saat itu. “Rico, jangan katakan jika ternyata kau bekerja di I.F Corp!” ucapku kepadanya yang kini menghembuskan napasnya untuk kemudian mengangguk dengan pelan menjawab pertanyaanku itu, dan tentu saja hal itu mengejutkanku lagi. “K … kau! Itu sebabnya kau melapor kepada I.F Corp ketika kakakmu menghilang?!” tanyaku kepadanya yang kini menganggukan kepala menanggapinya, aku terdiam merasa terpukau sekaligus terkejut. “...apakah kakak dan orang tuamu tahu akan hal ini?” tanyaku kepadanya, yang kini ia menggelengkan kepala menjawab pertanyaan tersebut, “Kenapa tidak?” tanyaku kepadanya lagi, “Apakah hal ini penting saat ini, Scarlet?” tanya Rico kepadaku, yang tentu saja aku segera menggelengkan kepala dan berkata, “T.. tidak, hanya saja …. kau hebat bisa masuk di usiamu yang muda!” ucapku menyanjungnya, sedangkan Rico kini menghembuskan napasnya lagi untuk kemudian memberikanku sebuah map berwarna coklat, yang tentu saja hal itu sangat-sangat membuatku penasaran, “Apa ini?” tanyaku kepadanya, aku membuka map tersebut dan mendapati sebuah akte kelahiran di sana, “Akte lahir?” tanyaku kini menoleh menatapnya, “Ya… itu adalah Akte Kelahiran dari Mark, dan kau harus tahu … ayah dari Mark adalah ayahmu, Scarlet!” penjelasan yang di lontarkan oleh Rico saat itu sangat mengejutkanku, dan bahkan hingga aku tidak bisa bergerak sama sekali setelah mendengarnya. “A… apa?” pandanganku segera saja menoleh ke arah tulisan di sana, dan membaca jika memang ya … nama ayahku tertera di dalamnya, dan itu sungguh mengejutkan diriku. “B … bagaimana ini bisa terjadi?” ucapku separuh tidak percaya, sedangkan Rico kini kembali meraih map tersebut seraya berkata, “ia bercerai dengan istri lamanya dan menikahi ibumu, usiamu dengan Mark terpaut sepuluh tahun. Ia dirawat oleh ayah tirinya setelah ibunya meninggal dunia, dan ia dikabarkan mendapat perlakuan yang tidak baik oleh kedua orang tua tirinya setelah sang ayah tirinya menikah lagi dengan wanita lain!” jelas Rico kepadaku, dan itu sama sekali tidak membuatku ingin tahu tentang lelaki itu, dan bahkan aku menangis merasa jika selama ini Ayahku tidak pernah mengatakan satu kata pun dan malah menjadi seseorang yang tidak pernah bisa aku bayangkan. “Katakan … apakah Ayahku juga melakukan tindak pidana, Rico?” tanyaku kepada Rico yang kini menghembuskan napasnya dan kemudian berkata, “Aku menduga, ia lah yang menabrakmu ketika hendak menyelamatkan kakakku, Scarlet!” lemas, aku hanya bisa terduduk lemas ketika mendengar hal tersebut, merasa tidak percaya sekaligus kecewa dengan apa yang di lakukan oleh seseorang yang aku percayai di sana, seseorang yang harusnya melindungiku pada saat itu. “Katakan jika kau berbohong kepadaku, Rico .. katakan jika ia tidak melakukannya dengan sengaja!” ucapku menangis di sana, dan hal itu membuat Rico menarik tubuhku dengan pelan dan memelukku dengan erat. Dan pada kenyataannya Ayahku lah yang memang menabrakku dan ia melakukannya secara sengaja, hal itu terbukti dari CCTV tower yang berada seratus meter dari tempat peristiwa terjadi. Ia sengaja mempercepat mobil itu dan menabrakku dengan kencang. Mark pun datang dan menyeret Sophia masuk ke dalam mobil box di sana. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi selain terdiam setelahnya, aku merasa jika kini aku hanya akan hidup seorang diri saja, dan itu semua membuatku merasa takut akan banyak hal, namun nampaknya Rico mengetahui kekhawatiranku di sana, yang kini dengan lembut ia merangkulku dan berucap, “Ayo … akan lebih baik jika kau kembali ke ruanganmu, aku akan menemanimu!” ucapanya itu membuatku merasa tenang dan kini aku mengikuti langkahnya menuju ruang kamar tempatku di rawat. “Untuk saat ini, kau tidka perlu mengkhawatirkan siapa pun, Kakakku akan baik-baik saja dan aku yakin akan hal itu! Kami akan berusaha mencari kakakku dan menangkap kedua orang itu!” jelasnya dan aku mengangguk untuk menanggapi hal itu, “Terima kasih karena ada ketika aku membuka mataku, Rico!” ucapku kepadanya, dan ia kini mengangguk dan berucap, “Sama-sama, terima kasih karena kau nekad untuk menyelamatkan kakakku hingga akhirnya kau yang harus di rawat seperti ini!” ucapnya kepadaku, dan aku terkekeh mendengar hal itu. “Aku harap kak Sophia baik-baik saja! Aku juga berharap semoga kita bisa menemukan kak Sophia dengan cepat!” ucapku kepada Rico yang kini mengangguk dan berkata, “Aamiin … terima kasih, Scarlet!” itu lah yang ia katakan kepadaku, yang membuatku mengangguk menanggapinya, sebelum akhirnya Dokter Datang untuk kembali memberikan obat agar aku bisa banyak beristirahat di hari itu. Dan hal terakhir yang bisa aku rasakan adalah sebuah tangan yang menggenggam lenganku dengan lembut, yang memberikan sebuah ketenangan bagiku di sana dan menjadi obat dari rasa sedihku ketika mengetahui jika kenyataan hidupku sangat berat, aku dikelilingi oleh orang jahat dan bahkan ayah dan kakakku sendiri lah orangnya. … 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN