"Halo? Sayang Mama baru dengar, Adi lagi ke Swiss ya?" "Iya Ma. Mas Adi mungkin lama di sana." Elsa mencoba menguatkan diri, tak ingin air matanya menetes mengjngat alasan yang sebenarnya, menyembunyikan kehamilan Calista. "Kamu kenapa enggak ikut aja sayang?" "Enggak Ma, biar Mas Adi lebih fokus sama pekerjaannya." Elsa menahan nafas, tidak biasanya dia bisa berbohong, bahkan mungkin mulai saat ini dia akan terus berbohong menutupi semuanya. Elsa merasa bersalah, ibu Adipati sangat baik, bahkan menyanyanginya sepenuh hati, tapi dia malah membohonginya seperti ini. "Nanti kalau kamu libur, atau senggang, kamu ke tempat Adipati ya sayang, enggak baik rumah tangga jauh-jauhan begini." Elsa menggigit bibir bawahnya, dia menahan tangis. "Iya, Ma. Mama gimana kabarnya sama Papa? Leon sa

