Kali ini dia membiarkan Adipati pergi, namun dia bersumpah dalam hatinya dia akan mencari Adipati suatu saat nanti. Elsa mengusap air matanya, mencuci wajahnya yang lusuh. Tidak akan dia biarkan dirinya hancur dalam pedihnya patah hati untuk kedua kalinya. Cukup Dirga yang pergi, jangan sampai suaminya juga lepas dari genggamannya. Sempat terlintas dalam pikiran Elsa, apakah gadis sepertinya yang tidak memiliki apapun selalu dipandang rendah? Kenapa dia merasa ketidakadilan dalam hidupnya? Seolah semesta selalu bercanda tentang hidupnya. Dia tak mau merasakan beban begitu berat, yang dia mau saat ini hanyalah menenangkan pikiran. Elsa memutuskan pergi ke taman kota, menikmati awan senja berwarna orange, tak henti matanya menatap hingga tanpa dia sadari seorang laki-laki duduk di samping

