"Selamat siang Pak," sapa Elsa seraya menundukkan kepalanya. Dengan tatapan dingin dan wajah mengeras, Adipati menatap Elsa tajam. Di tengah kerumunan, Adipati menarik napas dalam, selanjutnya dia mengeluarkan kalimat sumpah serapah yang membuat bulu kuduk Elsa merinding. "Kamu tau kenapa saya kembali?" desis Adipati sinis. "Iya kalau bapak enggak pulang, hanya menetap di Jerman pasti bangkrut Pak perusahaannya." Elsa menjawab dengan asal, semakin membuat Adipati marah. "KAMU SAYA PECAT!" Adipati mengucapkan dengan nada tinggi dan penuh amarah, dia menggenggam kembali koper miliknya lalu membawanya masuk ke dalam mobil. Dalam hatinya, Elsa ingin menangis tapi separuhnya lagi dia kegirangan karena bebas dari bos yang menyuruh ini itu. Lagipula Elsa juga sama sekali tidak mengingink

