Berita menggelegar itu menghiasi layar televisi, memantul pada kaca jendela apartemen megah di puncak gedung milik James Antonio, pria yang selama bertahun-tahun menduduki puncak kekuasaan bisnis internasional dengan tangan besi dan manipulasi licik. Namanya yang dulu dihormati kini terpuruk dalam lumpur skandal, dibanjiri oleh tuduhan yang tak mampu lagi ia sembunyikan. Suara presenter berita terdengar dingin dan tajam, seolah menambah garam pada luka yang baru saja menganga. "Berita terkini yang menggemparkan dunia. James Antonio, skandalnya yang telah membuat beberapa perusahaan bangkrut karena ulahnya, kini menemukan bukti baru. Jevs Company yang dia pegang, ternyata memiliki akta palsu!" Suara itu terus bergaung di seluruh ruangan, namun bagi James, setiap kalimatnya bagaikan palu

