Ruangan itu tiba-tiba terasa mencekam. Seakan udara yang mengisi ruang sempit itu dipenuhi oleh tekanan yang tak kasatmata, tapi menghimpit napas Jordy seiring setiap detik berlalu. Dia mundur selangkah, napasnya mulai tak beraturan, ketakutan menguasai seluruh tubuhnya. Di hadapannya berdiri dua pria yang wajahnya begitu dingin, hampir tak bernyawa, namun sorot mata mereka menyiratkan ketegasan dan ancaman yang jelas. “Siapa kalian?” Jordy berusaha menenangkan diri, menunjuk wajah Dante dan Vincent bergantian dengan jarinya yang gemetar. "Bagaimana kalian bisa masuk ke sini tanpa izin? Bahkan... kalian merusak pintuku, huh?” Suara Jordy terdengar marah, tapi ada nada heran dan takut yang tak bisa ia sembunyikan. Dante melipat kedua tangannya di d**a, tatapannya tak bergeming, penuh

