Perdulikah?

1966 Kata

Setelah pesanan kami datang, aku segera mengambil sendok dan hendak menyendok kuah bakso yang kayaknya seger banget, tapi belum sempat hal itu terjadi, Daffin malah menepis tangan ku. Ya Allah, ada salah apa sih aku sama dia? Mau makan bakso aja susahnya minta ampun. “Apa sih, Daf, mau di makan juga.” “Bersihin dulu sendoknya, kalau ada debu gimana?” “Ya Allah, Daf. Ini sendoknya udah bersih. Iya kali, sendok masih kotor di taruh di sini.” Aku berdecak, ada-ada saja kelakuan dia. “Buat jaga-jaga. Aku nggak mau makan satu mangkok sama kamu kalau nggak di bersihin dulu.” Daffin menyodorkan tisu yang tadi ia ambil dari dalam kotak tisu yang tersedia di atas meja. Bagus dong kalau dia nggak mau makan satu mangkok sama aku, jadi aku bisa kenyang. Lagian sombong banget sih, pakai di lap seg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN