Adik Ipar Rese

1757 Kata

Selama dalam perjalanan ke rumah papa Andi, dari tadi aku nggak bisa berhenti tersenyum. Jadi gini ya rasanya di perhatikan sama lawan jenis, dalam artian pasangan kita, bukan seperti om Andrian. Rasanya tuh beda, kayak ada manis-manisnya gitu, padahal itu cuma hal sederhana. “Kamu nggak turun?” “Apa?” Aku malah balik tanya ke Daffin, nggak ngeh sama apa yang dia bicarakan. “Cepetan turun!” “Eh? I... iya.” Duh! Kenapa jadi kayak orang bego gini sih. Sadar Ni, kamu nggak boleh terlalu baper. Tapi kalau udah terlanjur gimana dong? “Kamu ketempelan?” “Ha?” Terkejut saya mendengar pertanyaan Daffin. Ketempelan apa nih maksudnya? Kalau yang di maksud ketempelan cinta kayaknya sih iya, perlakuan sederhana dia udah bikin hati ini meleleh, kayak es krim diselipin di ketiak. “Kenapa, Daf?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN