Siapa yang Menyangka

1934 Kata

Happy Reading, terima kasih sudah setia menunggu ✨ Aku menatap muka Bagas yang terlihat begitu kusut. Bahkan kantong mata terlihat jelas di bawah matanya, menandakan kalau sang pemilik jarang sekali tidur. Dia bahkan beberapa kali mengusap pelipisnya dan memijit pangkal hidungnya. "Kenapa bisa gitu, Gas? Setahuku, terkahir kali pas aku ke sini semua masih membaik." Bagas menggeleng. Terlihat sekali kalau dia sedang banyak beban pikiran. "Aku juga nggak tahu, tiba-tiba pembeli jadi sepi dari biasanya. Kemarin data pemasukan juga kacau, uangnya bahkan ada yang nggak masuk, dan sekarang ... barista yang paling aku andalin tiba-tiba resign. Usahaku kacau, Ni, apalagi berpengaruh sama cabang lain." Lelaki di depanku itu mengembuskan napas kasar. Dia seperti menahan sesuatu. Iya aku tahu, us

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN