“Itu cewe judes banget ya, Qih,” bisik Rendy pada Faqih saat tak sengaja melihat santriwati bernama Hanifa tadi tengah mengobrol dengan salah satu Ustadzah di pesantren itu. “Judes tapi hidup dia pasti teratur dan jelas,” ucap Faqih. “Gue bisa liat dari cara dia bertugas dengan baik sebagai pengurus organisasi santri.” Selesai melaksanakan solat Dzhuhur, Ustadz Faridz memperkenalkan Faqih dan Rendy di hadapan seluruh santri dan santriwati. Mereka berdiri sambil memperhatikan santri dan santriwati secara keseluruhan. Tak sengaja mata Faqih menemukan sosok Hanifa yang menegurnya tadi. Merasa diperhatikan, Hanifa justru menundukkan pandangannya karena malu sudah menegur anak dari Ustadz Faridz. “Mereka yang ana tegur tadi, Siti. Ana ngerasa b

