bc

Istri Pertama Dokter Tampan ( Impoten 3 )

book_age18+
20
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
family
HE
second chance
playboy
prince
drama
tragedy
bxg
bold
brilliant
city
office/work place
childhood crush
affair
like
intro-logo
Uraian

"Kenapa kamu harus menikah lagi, Mas? Kenapa?"Zahra merasa sangat beruntung saat bisa menikah dengan dokter muda tampan yang menjadi pujaan banyak wanita. Namun, saat dia hamil tua, Zahra mengalami kecelakaan dan berakhir koma.Saat Zahra sadar dari komanya, dia mendapati suami yang sangat dicintainya ternyata sudah menikah dengan wanita pilihan keluarganya–wanita yang merupakan cinta pertama suaminya.Apa Zahra bisa merelakan suaminya bersama wanita lain? Atau, dia akan kembali merebut suaminya dari wanita itu?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Bangun
Suara langkah kaki dari beberapa dokter bergema di lorong, terlihat sekali mereka sangat tergesa-gesa. Bagaimana tidak, pasien abadi yang sudah koma 9 tahun lebih tiba-tiba mengalami lonjakan aktifitas dan akhirnya membuka mata. Para dokter sudah merasa skeptis dengan pasien itu, namun kepala rumah sakit lama yaitu Dr. key alias Marco masih bersikukuh untuk mempertahankan alat bantu hidup untuk pasien. Apalagi status pasien sepertinya sangat istimewa karena semua dokter dan perawat yang mengetahui keberadaannya harus menandatangani surat kerahasiaan tingkat tinggi. Dokter segera masuk, memeriksa seluruh tubuh Zahra dari ujung kepala hingga ujung kaki untuk memastikan bahwa pasien ini benar-benar bangun dari koma. Sudah berapa lama dia tidur? Zahra tidak tahu, namun dia seperti masih merasa bahwa kepalanya sedikit melayang dan gamang layaknya orang yang kebanyakan tidur. Apalagi tubuhnya terasa sangat lemah dan lemas bahkan untuk menggerakkan jari saja seperti sangat berat. Zahra memandang dengan bingung saat melihat beberapa dokter menghampirinya, berbicara dalam bahasa inggris dengan nada sopan sambil memeriksa tubuhnya seperti dia pasien lumpuh. "Nyonya, bisa tolong ucapkan beberapa kata?" pinta dokter tersebut. Zahra tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun dia tetap melakukannya dan terkejut saat mendengar suara yang keluar hanya seperti rengekan kasar, seolah-olah tenggorokan dan mulutnya sudah lama tidak digunakan. "Tidak apa-apa, jangan memaksakan diri." Dokter kembali memeriksa dan setelah memastikan pasien tidak memiliki kelainan, dia meminta perawat membawa air hangat untuk melembabkan tenggorokan sedikit. Zahra di tanya nama, usia dan lain-lain seolah-olah ingin memverifikasi identitasnya. Zahra menjawab dengan lambat karena entah kenapa seperti ada beberapa hal yang penting dan seharusnya dia ingat, namun tidak bisa dia temukan. "Keluargaku?" Zahra akhirnya bertanya karena merasa heran, kenapa dia sakit tapi tidak ada satupun keluarganya yang menemani. "Kami sudah menghubungi keluarga anda, hanya saja posisi beliau masih di luar kota, jadi kemungkinan sampai di sini adalah besok." Dokter menjelaskan, lalu memeriksa Zahra sekali lagi sebelum meninggalkannya dengan dua perawat yang menjaga. Zahra hanya mengangguk dengan pikiran bingung, dia benar-benar tidak mengingat apa pun selain nama dan usianya. Kenapa dia bisa ada di sini dan apa yang sedang terjadi? Zahra masih merasa seperti pikirannya melayang-layang entah ke mana. Hingga dua hari berlalu dan Zahra yang masih lemah dan memiliki kesadaran yang naik turun seperti menjalani hari-hari dengan linglung. Banyak dokter yang memeriksanya setiap hari, ada juga perawat yang menemaninya selalu, tapi mereka semua terasa asing dan jauh. Akhirnya di hari ke 3 setelah dia bangun dari koma, Zahra membuka mata dan melihat orang yang menurutnya sangat familiar. "Zahra, alkhamdulilah kamu akhirnya sadar." Pria itu terlihat berusia sekitar 50 tahun dengan mata merah seperti menahan tangisan karena haru. "Paman Marco?" Nama itu tiba-tiba terlintas di otaknya dan entah mengapa kepanikan dan rasa takut sejak dia membuka mata seketika terasa berkurang. Ini adalah keluarganya. Paman sekaligus teman ayahnya yang dulu juga pernah jadi tetangga mereka. "Baguslah, kamu masih ingat sama Paman." Marco sudah mendapatkan informasi dari dokter yang bertugas bahwa Zahra mengalami hilang ingatan karena efek kecelakaan sekaligus koma yang terlalu lama. Sebagai dokter dia juga yakin bahwa amnesia ini hanya sementara karena sudah di periksa secara menyeluruh bahwa tidak ada luka di kepala Zahra ketika kecelakaan terjadi. Jadi, hilang ingatan ini pasti hanya sebentar karena efek trauma. "Ayah, ibu?" Dia punya paman tentu saja Zahra akhirnya ingat dia juga punya orangtua. "Mereka masih di kampung, Paman sudah kasih tahu dan mereka akan segera menyusul kemari, namun sabar ya mungkin butuh waktu beberapa saat untuk mengurus paspor mereka karena kamu saat ini menjalani pengobatan di luar negeri." Marco berbohong untuk menenangkan. Sebenarnya dia belum memiliki kesempatan untuk memberitahu orang tua Zahra bahwa anaknya masih hidup, karena dia mendapatkan kabar juga mendadak sehingga langsung terbang menemui Zahra dulu. Marco tidak mungkin memberitahukan hanya lewat telepon atau sekedar chat, jadi dia berencana memberitahu pihak keluarga Zahra setelah mengetahui kondisi Zahra lebih jelas. Jika benar-benar Zahra hidup dan sehat maka dia akan mengatakan yang sebenarnya pada temannya itu setelah pulang nanti. "Aku, apa yang terjadi?" Zahra sudah beberapa kali bertanya pada dokter namun dokter hanya mengatakan bahwa dia mengalami kecelakaan dan sudah lama koma. Tidak ada informasi lebih spesifik kenapa dia bisa kecelakaan, tentang siapa dia dan di mana keluarganya. "Jangan dipikirkan, ada paman di sini, kamu sudah lama koma setelah kecelakaan, yang terpenting sekarang adalah fokus pada kesehatanmu dulu. Kita akan membahas semuanya begitu kamu sudah lebih baik." Marco menenangkan. Zahra mengangguk setuju, merasa sudah tidak panik dan takut seperti sebelumnya karena akhirnya memiliki orang yang dia kenal untuk menemaninya di sini. *** "Jovan! Jovan?" Ella membangunkan suaminya yang gemetar dan berkeringat dingin. "Zahra!" Jovan membuka mata dan terduduk, dia menoleh dan langsung memeluk istrinya begitu tahu bahwa apa yang dia alami itu adalah mimpi. "Ada apa?" tanya Ella merasa khawatir saat suaminya menyebut almarhumah istri pertamanya. "Aku memimpikan kecelakaan Zahra dulu." Bagaimanapun istri pertamanya meninggal tepat di depan kedua matanya. Hal itu membuat Jovan sempat depresi dan trauma setiap mengingat kejadian itu. "Jangan sedih, Zahra sudah tenang di sana." Ella berusaha menghibur suaminya. Meskipun tetap ada rasa iri dan cemburu setiap kali suaminya membahas istri pertama, namun Ella sadar itu hanya masa lalu. Zahra sudah meninggal dan sekarang istri satu-satunya Jovan adalah dirinya. Jovan memeluk erat Ella seperti menemukan pelampung di laut lepas, dia sudah lama sekali tidak pernah memimpikan tentang Zahra, tapi kenapa malam ini tiba-tiba dia memimpikan Zahra lagi. "Mungkin ini tandanya Zahra kangen dan mau kamu kunjungi, sudah lama 'kan kamu tidak pergi ke makam Zahra." Ella mengingatkan, karena memang terakhir kali Jovan pergi ke makan Zahra sudah hampir setahun lalu. "Ya, sepertinya aku memang terlalu lama tidak datang." Jovan juga merasa memang beberapa waktu ini dia tidak mengirim doa untuk Zahra, jadi mungkin ini hanya pengingat untuknya. "Kalau begitu bagaimana kalau weekend ini kita sekeluarga sama-sama ke Jogja dan berkunjung ke makam Zahra? Mahesa pasti senang bertemu kakek neneknya di sana." Mahesa adalah anak dari Jovan dan Zahra yang saat ini berusia 9 tahun. "Terima kasih." Jovan mengangguk setuju, merasa beruntung memiliki istri yang menerima kekurangan darinya dan yang lebih penting dia memperlakukan Mahesa seperti anaknya sendiri tanpa ada pilih kasih dengan anak kandungnya sendiri. "Ayo tidur lagi, ini baru jam 1." Jovan yang sudah tenang melihat jam di dinding dan segera merebahkan diri ke ranjang dan Ella menarik selimut untuk menutupi keduanya. "Sini peluk biar aku bisa tidur," tambah Jovan dengan manja. Ella langsung tersenyum dan masuk ke dalam pelukan suaminya. Ingin membuat Jovan merasa nyaman, karena Ella tahu meski Jovan terlihat selalu ceria dan kuat, namun saat ada pembahasan tentang Zahra dia akan menjadi orang yang sangat rapuh.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.1K
bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook