46

1370 Kata

Aku beringsut lebih dekat, karena penasaran dengan dua orang yang baru saja datang. Suara percakapan itu semakin jelas, dengan nada yang tegas dan penuh ancaman. Aku mataku menyipit dan menahan napas. Aku merasa akan terjadi sesuatu yang penting. Sebelumnya aku merekam memakai kamera biasa, kali ini aku ingin melakukan live streaming. Internet tiba-tiba tersambung di salah satu roater bunker. Tak ada sandi dan aku bisa membuka sosial mediaku. Segera kutulis caption. [Bantu rekam layar!] Setelah memastikan rekaman di ponselku berjalan tanpa suara. Sosok di depanku mulai berbicara dengan nada penuh amarah dan kesombongan. Ku usahakan untuk melihat wajah mereka. Nahasnya jantungku seakan terhenti sejenak saat mengetahui orang itu. Mereka adalah Sony, ayah Wendy dan Ghiselle. "Tanah Timur i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN