45

1363 Kata

Aku menganggukkan kepala, dan langsung mendekati celah itu. Kulihat mereka dengan seksama. Dari kejauhan ini terasa seperti lingkaran guntur yang berlubang hitam, tetapi semakin kumendekat aku bisa melihat bongkahan batu. Kumasukkan diriku ke lubang gelap itu.Tanpa sengaja aku menghela panjang karena tiba-tiba berada di dimensi lain. "Hutan asli!" kejutku. Saat meneoleh ke belakang aku tidak melihat apapun. Tameng dari Wilayah Alam Pusaka tidak bisa dilihat dari sini. Ku genggam pusakaku dengan erat sembari memejamkan mata, "masuk?" tanyaku entah pada siapa. "Masuk, Raden," jawab Dalbo yang sudah di depanku dengan ringisan kecil. Aku terjerembat dan hampir terjatuh, keran tiba-tiba dia depan wajahku. "Bikin kaget saja!" Dalbo hanya bisa meringis. Sepertinya itu cara dia tersenyum, tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN