"Perjanjian?" Aiden mengulang inti dari ajakanku. Aku hanya menganggukkan kepala. Ini adlaah jalan terbaik untuk menjamin keselamatanku selama menjalani pernikahan dengan Aiden. Kupikir rumah tangga ini akan berjalan dengan sangat baik tanpa menyenggol satu sama lain. Siapa sangka hari ini lelaki itu melakukan kekerasan, bahkan menyebabkan luka di pergelangan tanganku. "Buat apa De? Kamu sudah mendapatkan rumah ini bahkan uang bulanan yang lebih dari cukup untuk hidupmu." Respon itu membuatku ingin tertawa. Uang bulanan? Ini terdengar seperti bualan di telingaku, bagaimana bisa dia percaya diri mengatakan soal uang bulanan? "Aku tidak bodoh Aiden. Memang rumah ini menjadi milikku. Tapi setelah kita cerai semuanya akan dibagi rata. Itu tidak adil, rumah ini dan uang yang kukumpulkan akan

