Suasana menjadi hening. Aku dan suamiku saling berpandangan bingung. Apa maksud omongan Oma? Aku tidak mengerti, kenapa aku menjadi pemilik sebagian warisan yang dimiliki suamiku?Tak berselang lama, Oma berdeham membuat kami menoleh ke arahnya. "Dengarkan Oma baik-baik, Aiden." Suamiku membenarkan posisi duduknya jadi tegak. Ia seakan tau jika ini adalah pembicaraan yang penting dan sakral. "Tanah yang leluhur wariskan kepadamu, bukan berarti menjadi milikmu seutuhnya, Nak. Kamu hanya menjadi penanggung jawab. Sekalipun kamu berusaha untuk menggunakan tanah itu, kamu tidak akan berhasil. Kamu mungkin bisa memanfaatkannya untuk urusanmu, tapi tidak akan bertahan lama dan semua akan kembali seperti semula." Oma kemudian menatapku penuh ketulusan, aku bisa merasakan perasaan nyaman dari

