32

1166 Kata

Setelah keluar dari hotel Forloveclub, kami mengelilingi kota dalam renungan. Suamiku tak bertanya lebih jauh ketika aku bilang ingin mencari angin malam. Dia menuruti keinginanku, dan bersikap sangat manis."Kita istirahat di sini saja," tunjukku pada salah satu hotel minimalis. Ini berbeda 180 derajat dari hotel Farloveclub yang mengusung arsitek fancy.Aiden langsung memesan kamar hotel dan menggandengku ke sana. Perlakuannya tak henti membuat jantungku berdebar, rasanya aku sudah gila oleh pria menyebalkan ini. "Di rumah sedang ada penyusup," ucapku ketika pintu kamar tertutup. Aiden hanya mengangguk, kemudian masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Aku duduk termenung di pinggir ranjang menikmati view yang penuh gemerlap bintang dan lampu kota. "Kamu tidak mandi?" tanya suamiku yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN