29

1373 Kata

"Pelakunya adalah Wendy. Perkataan Asih hampir benar, ada seseorang yang menyelinap ke kamar Raden. Sayangnya, itu bukanlah pria, melainkan pelayan wanita di rumah ini. Dia memiliki postur seperti laki-laki, jadi penyamarannya tidak disadari orang lain." Suara Titik menggelegar di telingaku. Aiden yang ada di kamar menyadari perubahan ekspresiku. "Ada apa?" ia mendekat seraya mengguncang lembut pundakku. "Sebentar," cegahku pada Aiden. Kini ku toleh Titik yang ada beralih posisi ke pojok ruangan. Suamiku mengikuti arah pandangku. Titik kembali bicara, "Beberapa pelayan di rumah ini ternyata sudah direkrut Wendy sebelum kedatangan Anda, Raden." "Apa di sini ada pelayan yang direkrut Wendy?" tanyaku pada Aiden. Alis pria itu mengerut. "Apa maksudmu?" "Apa pertanyaanku kurang jelas?" Kut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN