28

1191 Kata

"Dua bulan! Kamu harus mendapatkan warisan itu selama dua bulan ini! Aku tidak mau tau, kesabaranku sudah habis, Sayang. Kamu tau kan apa yang bisa aku lakukan pada wanita itu jika kesabaranku habis?" "Iya, Sayang. Aku akan mengusahakannya." Terdengar suara sol sepatu menjauh dari ruang kerja suamiku. Aiden yang baru saja bernegoisasi dengan kekasihnya segera menghela napas cukup panjang. Setelah itu aku tak mendengar apapu, dan kembali terlelap. Tanpa sepengetahuanku, ternyata Aiden memandangku yang tertidur pulas di ranjang yang ia siapkan. Tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Hanya jari telunjuk mengode sekretaris dan salah satu direktur untuk diam saat memasuki ruang kerjanya. Lelaki itu berbicara dengan lirih pada bawahannya. Ia takut menganggu tidurku. "Tolak semua orang yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN