Hasan sudah tidak sabar lagi ingin membicarakan tentang kejadian yang dilihat oleh teh amy begitu sampai rumah lestari langsung menemui istrinya .
"Kemana saja kamu ketika aku tidak ada di sini". tanya hasan dengan nada tinggi.
"Di rumah saja ga kemana mana ". balas lestari sambil rebahan.
"Aku tahu kamu bohong, kamu boleh tidak taat ketika saya tidak ada di sini,tapi kamu lupa bahwa Tuhan maha tahu,kalau kamu takut pada Tuhan maka hal itu tidak akan terjadi walaupun kamu lagi marah sama saya tapi kamu masih sah istri saya tanggung jawab itu masih melekat di pundak saya,kalau pun kamu sudah tidak suka tapi tidak ada satu alasan yang bisa membenarkan perbuatan mu ". Hasan terlihat marah besar,dia tidak suka perbuatan yang tidak terhormat.
"Saya cuma nganter ke pool bus terus pulang ". Balas lestari seperti tidak merasa bersalah.
"Kamu bohong lagi,ga mungkin cuma nganter saja". cepat hasan menimpalinya.
"Oh ya mampir ke rumah laundry sebentar terus makan,memang kamu tahu dari siapa?". lestari mulai jujur.
""Tidak perlu tahu dari siapa aku tahu,Tuhan memberikan mata di mana-mana.asal kamu tahu ya,selama aku nikah sama kamu tangan ini tidak pernah menyentuh perempuan selain kamu,bisa bisanya kamu perempuan tega berbuat demikian, kamu juga cium tangan cipika dipikir... kan?". Tanya hasan lagi.
"Siapa yang cipika cipiki,cuma nganter saja". lestari terus berusaha menutupi kejadian itu.
"Memang kamu hidup di hutan? Yang tidak ada taksi,ojek,angkutan, emang bodoh saya yang hanya kamu berikan jawaban seperti itu ". Hasan terus melanjutkan lagi.
" kamu sadar sekarang atas musibah ini,kamu sudah khianat. Tuhan ingatkan lewat kamu jatuh dari motor". sambil berjalan keluar kamar hasan menyimpan kekecewaan.
Seorang perempuan itu tidak lagi punya nilai ketika sudah tidak bisa menjaga kehormatan diri dan suaminya, karena modal utama perempuan itu adalah kesetiaan.
Bagaimana pandangan masyarakat tetangga khususnya, bahwa seorang perempuan yang masih berstatus istri orang,jalan boncengan bareng dengan mantan suaminya,sungguh tidak punya pikiran yang sehat,lantas bagaimana pandangan orang lain sebenarnya suaminya yang mana.
Sorenya hasan sudah melaju dengan mobilnya walaupun dengan rasa kecewa paling tidak sudah mendapatkan pertimbangan untuk menentukan sikap apa yang harus diambil .
Bukan untuk sok sok an juga bukan untuk gagah gagahan kenapa hasan begitu kecewa dan bukan merasa diatas angin karena hasan sedikit mengerti tentang tanggung jawab suami itu besar.
Bagaimana tidak baik buruknya seorang istri itu tergantung suami,ketika istri berbuat salah maka suami ikut dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat sedang apabila suami yang berbuat salah,istri tidak ikut menanggungnya.itulah letak tanggung jawab suami dunia akhirat.
Maka hasan kelihatan marah dan kecewa merasa gagal membina rumah tangga.
Walaupun kecewa hasan tetap tenang karena sudah dari awal pernikahan semua sudah disampaikan mana yang baik dan tidak patut dan tidak serta batasan pergaulan disaat suami tidak berada disampingnya.
Memang ada perubahan sikap sejak lestari mendengar akan ada pernikahan mantan suaminya, sering marah yang tidak jelas Dari mana sumbernya. Apakah ada rasa kalau terjadi pernikahan mantan lantas akan berkurang perhatian terhadap anaknya.
padahal selama nikah dengan aku mantan suami juga tidak ada perhatian ach saya rasa tidak, lantas apa? hasan terus diselimuti berbagai pertanyaan yang tidak penting.
ketika itu ada kiriman HP baru buat ogi juga karena bapaknya mau nikah.
Kalau melihat alasan perceraian sih seperti tidak mungkin cemburu.
sudahlah semua sudah terjadi. Selama perjalanan delapan jam terus menerus ingat apa yang diceritakan teh ami ke aku.
Semua sudah terjadi sabar, perjalanan yang melelahkan akhirnya sampai juga di rumah.
Setidaknya sudah berusaha tetapi memang hasan berada di persimpangan antara lanjut atau menyudahi.
Tiap malam terasa sepi dalam kesendirian,pas ku tengok jam kamarku pukul 03.35 menit perasaan ini seperti membutuhkan ketenangan sontak bangun tidur terus ambil air wudhu aku mau sholat tahajud ingin berdoa minta petunjuk jalan yang terbaik.
Dengan langkah gontai kupaksakan ternyata air wudhu membuatku segar hilang rasa kantuknya.
Doa yang ku panjatkan kehadirat Tuhan tidak lain adalah ketenangan jiwa biar bisa mengambil keputusan yang terbaik.
Dilain kesempatan ku coba menghubungi istri ku ternyata ada nada dering pertanda no saya tidak lagi di blokir berdering.
"Assalamualaikum ". sapaku
"Waalaikumsalam ". balas lestari.
"Gimana sudah bisa jalan?". tanya ku lagi.
"Ini lagi belajar berdiri sambil latihan jalan". kata lestari
"Ya sudah hati hati sudah kontrol lagi belum?" .sahut hasan.
"Belum rencana dua hari lagi". balas lestari.
"Kemarin uang yang buat kontrol sudah saya kasih". hasan.
"Iya makasih ". Lestari .
Dari percakapan di telepon seperti sudah membaik hubungan hasan dan istrinya.
Berubah pikiran hasan mulai bingung lagi,setidaknya semua perlu dilakukan hasil akhir pasrahkan kepada sang penguasa hati manusia.
Kebetulan ada pesanan truk dan sekalian bisa lihat perkembangan kondisi istriku.
Karena ga ada teman bawa mobil sendiri memilih perjalanan pagi biar sampai sana masih sore.mobil melesat meninggalkan kota ku.
Sampai sekitar pukul 15.30 sore itu suasana cerah mobil langsung masuk halaman rumah laundry.siapa tahu lestari sudah sehat dan pindah di sini.
"Assalamualaikum ". salamku.
"Waalaikumsalam, masuk mas". sambil pegang pinggang lestari membuka kan pintu.
"Ya makasih". hasan nyelonong masuk.
Ada yang aneh dalam rumah adik ponakan yang juga seumuran dengan saya tiduran di kursi.
"He mas pa kabar". tanya didin ponakan lestari.
"Baik .... sudah lama di sini?". Tanya ku pada didin.
"Sudah dua hari mas". Jawab didin.
Aku mau curiga tapi tidak mendasar mereka kan masih saudara, ibuk mereka kan kakak beradik. Sudahlah ku buang jauh jauh pikiran itu.
Paginya kita pergi ke tempat sumber air panas disana bisa untuk terapi tulang,mereka bertiga menikmati keindahan alam sekitar menyusuri aliran air panas tetapi hasan hanya bisa melihat terasa sakit sekali hati ini.
Setibanya di rumah malam hari hasan tidak tidur di kamar menghargai lestari takutnya dia ga mau ada hasan.
Terdengar suara pintu kamar dibuka lestari keluar kamar memanggil lirih hasan.
"Mas .... tidur dikamar jangan disitu,masuk mas!". ajak lestari sedikit memaksa.
Spontan hasan terkejut dan merasa berhasil selama seharian penuh dicuekin,"apa ini lestari menebus kesalahan yang dibuat ya?". tanya hasan dalam hati mencoba untuk menerka.
"Sini .... malah bengong". ajak lestari lagi.
"Oh ya ... Ya ". hasanpun masuk ke kamar.
Pintu kamar tertutup rapat lagi ada permainan sengit .padahal tidak pernah memikirkan akan terjadi roman,hasan tahu istrinya lagi sakit pinggang, ya karena permintaan istri hasan memenuhinya.