30 - Tak Mampu Pergi

938 Kata

-happyreading- Aya berjalan pelan menelusuri koridor menuju ke kelas di temani Ara. Ara terus saja mengoceh sedangkan Aya berjalan sambil menatap lurus ke depan, lebih tepatnya segerombolan laki-laki yang juga berjalan berlawanan arah dengan mereka. Diantara laki-laki itu ada Angga yang berjalan di samping Rival, Rival memang tidak marah dengan Angga tapi ia kecewa. Mereka bukan bocah yang jika ada masalah tidak bertegur sapa, seperti kebanyakan orang-orang pada jaman sekarang. Aya menatap Angga yang sedang berbicara pada Rival, ia tersenyum tipis. Angga juga menatap Aya, meski hanya sesaat. Aya merasakan detak jantungnya tak normal saat ia dan Angga sudah hampir berdekatan. Bahkan, ia dapat merasakan tangannya sedikit dingin dan berkeringat. Lutut Aya melemas saat Angga hanya berjala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN