Saatnya Berhenti

730 Kata
Luke menggandeng Sassy, beberapa kali berhenti keltika ada perempuan menyapanya. Mendengus kesal melihat mereka menatap Sassy dengan pandangan bermusuhan. Sementara gadis disebelahnya memasang tampang tidak peduli ," Yang disana biasanya membuatku memilih kabur." " Orang orang tua pemburu menantu ?" goda Sassy. Luke menarik ujung hidung Sassy ," Karena aku gak berani sekejam jawaban sebelumnya. Bagaimanapun mereka teman papa mama bahkan Kakek." Sassy terkekeh ," Sadar kalau kejam ?" " Luke." " Apa kabar Om, Tante ?" lalu mengangguk tipis pada perempuan yang berdiri disamping orangtuanya. " Adikmu sudah, kamu kapan ?" " Pertanyaan standard ya Tante ?" " Jawabanmu juga masih standard, Luke ? Belum berpikir kearah sana ?" ... kelihatannya penggemar setia ...Sassy mengulum senyum. Luke menarik pinggang Sassy ," Gak Tante, Kali ini saya tinggal menunggu jawabannya kapan siap menyusul adik adikku." Sassy melebarkan mata dengan wajah merah padam. " Serius ini Jeng ?" Mama Cinta mengangguk ," Akhirnya ada yang bikin gunung esku mencair Jeng." " Siapa yang gak meleleh berdekatan dengannya." seseorang memeluk Sassy. " Bibi ..." Sassy memeluk Bibi Yo. Dari tempat duduknya, May mempermainkan gelas berisi minuman dingin ..." Saatnya berhenti." gumannya. Rio menatap lembut kembarannya. " Sassy lebih dari layak untuk Luke." " Setidaknya kamu bisa melepasnya pada orang yang tepat." May tersenyum tipis ," Ternyata ... tidak sesulit yang kubayangkan. Mungkin selama ini aku hanya tidak rela dia bersama orang yang salah." " Bisa jadi." Rio memilih mengiyakan ucapan kembarannya. Pesta sudah hampir berakhir, Luke berdiri di sudut ruangan bersama Rio. Untuk waktu yang cukup lama mereka terdiam menatap para gadis diujung lain ruangan. “ Aku gak yakin tentang Sassy …. karena aku lihat dia pandai sekali menguasai diri dan tidak terlalu mengenalnya juga.” Rio meletakkan gelasnya yang sudah kosong ,” Tapi aku yakin tentang kamu … aku tidak pernah melihatmu seperti ini sebelumnya. Tidak bahkan untuk satu kali … “ “ Aku gak setiap saat kaku.” “ Yaaah …. kamu bisa manis dan baik pada orang orang tertentu, termasuk May.” ditepuknya bahu kokoh itu saat melihat rasa bersalah disorot mata Luke ,” Gak perlu merasa bersalah. May tahu posisinya …. Bahkan tanpa kehadiran Sassy pun dia tahu dia tak lebih dari teman kecil bagimu. Selama kamu menyayanginya sebagai teman, itu cukup baginya selama ini.” Luke mendengus kasar ,” May cukup mengenalku untuk tidak menggubris beberapa perempuan yang sempat berhubungan denganku … kali ini ….” Rio menatap saudara kembarnya dan menghela nafas ,” Yah, kali ini dia akan terluka … karena dia tahu kamu jatuh cinta pada gadis kecil itu. Tapi semua ada waktunya, mungkin ini waktunya bagi May untuk berhenti dan menata hatinya sendiri, membukanya untuk orang lain.” “ Maaf ….” Rio tertawa pendek ,” Untuk apa ? Untuk jujur pada dirimu ?” ditatapnya lelaki yang kali ini tertunduk ,” Terima kasih … selama ini kamu bertahan dengan bersikap baik tanpa memberi harapan kosong pada May. Begitupun Sassy … aku bisa melihat dia menahan diri dan bersikap tulus pada May. Aku bisa melihat dia bersimpati.” “ Aku menceritakannya pada Sassy saat kalian datang beberapa hari lalu.” Rio terdiam beberapa saat sebelum tertawa ringan ,” Satu lagi, kamu biasanya hanya memberikan perintah, dan tak pernah sekalipun memberi alasan pada para gadismu selain bahwa mereka harus bersikap baik pada May. Tidak heran beberapa diantara mereka malah membenci May karena tahu ia berarti bagimu.” Luke tercenung … menyadari ia berbagi terlalu jauh dengan Sassy, “ Aku merasa nyaman mengatakan semuanya karena aku percaya Sassy akan mengerti.” “ Dan dia mengerti.” tukas Rio ,” Luke …. sadarkah kamu belum pernah begitu saja percaya pada seseorang ? Dan sangat sulit membuatmu nyaman.” ditepuknya bahu Luke sambil beranjak ,” Ayo … kita sudah waktunya pulang.” Untuk beberapa saat Luke terdiam, menatap punggung Rio menjauh sebelum menyusulnya dengan langkah lebar. Rio memperlambat langkahnya, kembali beriringan dengan sahabatnya " Dia bisa menempatkan May pada tempatnya. Mengapa tidak pernah terpikir untuk menjawab seperti Sassy tadi." ujar Luke Rio tersenyum " Hanya orang yang paham dan mengenal banyak bunga yang akan tahu bahwa bunga punya banyak jenis dan semua istimewa di tempat dan situasi yang tepat." " Dan gadis kecil itu tahu setiap bunga indah dengan perlakuan yang tepat." " Termasuk kapan dia mengeluarkan wanginya, getahnya bahkan durinya ?" Keduanya tergelak lalu menghampiri yang lain.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN