Day 1 : Gadis Yang Diundang
Luke mengawasi dari balik jendela saat lima penumpang turun dari kendaraan dengan berisik. Menunggu sosok yang diributkan ibu dan adik adiknya. Jerry nampak bergegas menghampiri, memeluk Jane, gadis berambut panjang yang sudah dua tahun ini menjadi kekasihnya. Dua gadis lagi turun dari bangku belakang setelah Cinta, adik bungsunya. Ia mengenali mereka sebagai kawan kecil Cinta yang tinggal di peternakan kuda disebelah lahan pertanian dan perkebunan keluarga mereka. Dan itu dia …. sosok yang baru keluar dari balik kemudi, dan dengan cekatan mengeluarkan barang bawaan dari bagasi.
“ Ah, kalian bikin mama was was karena berkeras mengemudi sendiri.”
“ Kami sampai dengan selamat kan, ma …..” Cinta tertawa sambil memeluk mamanya yang tergopoh gopoh keluar ,” Kita bawa sopir bis antar kota.” mengaduh ketika mendapat jeweran di telinganya.
“ Sembarangan.” Dilepasnya pelukan, bergantin memeluk Jane, kakak beradik Delia dan Dina ,” Sassy …. akhirnya kamu kesini juga.”
Gadis dengan ekor kuda sekedarnya itu meletakkan travel bag, memeluk Mama Cinta ,” Apa kabar Tante ?”
“ Anak nakal, harusnya pakai sopir atau naik kereta aja.”
Sassy mengangkat tangan ,” Saya hanya sebatas sopir para tuan putri yang ingin berpetualang ini, tante.” sahutnya sambil meringis.
Luke menghela nafas ketika menyadari senyum itu menular padanya.
“ Sassy, ini kakak pertamaku … Luke.” Cinta memeluk Luke dan bergayut di lengannya. ,” Bang, ini Sassy.”
Luke menarik sedikit ujung bibirnya membalas anggukan gadis dihadapannya ,” Hai.”
Sassy tersenyum ,” Hai.” meringis ketika merasa ada tarikan di rambutnya ,” Hai dokter gantengku.”
Rei tertawa, memeluk hangat gadis itu ,” Sampai juga kesini.”
Sassy menunjuk Cinta dengan dagunya ,” Kali ini dia menang, pada saat yang tepat. Permintaannya banyak.”
Cinta tertawa jahil ,” No reason … kamu kalah dan harus menuruti semua permintaanku, ya khan ?”
Sassy menutup telinga mendengar Delia, Dina dan Jane mengiyakan ,” Aku yakin dirimu dan istrimu gak akan ada dipihakku.” ujarnya mendongkak menatap lelaki tampan yang juga menjadi atasan dikantornya itu.
Rey tertawa sambil tetap memeluk bahu Sassy ,” Keluarga itu nomor satu. Dan jangan menolak permintaan perempuan hamil.”
“ Benar … “ Reina mendekat dan memeluk Sassy ,” Lama gak ketemu.”
Sassy menjauhkan badannya, menatap perut yang mulai membuncit ,” Makin cantik aja dengan udara segar disini. Pantesan Kak Rei pulang setiap minggu. Sehat kak ?”
Reina mengangguk ,” Ayo aku antar ke kamarmu.”
Sassy mengikuti perempuan berambut panjang itu. Mengangguk kecil ketika melewati Luke.
“ Sejak kapan kalian ingin membawanya kerumah ?” Luke bergerak menuju ruang tengah.
Cinta mengikuti Luke ke sofa, duduk bergelung disamping kakaknya ,” Sudah lama. Tapi dia gak pernah mau, selalu punya alasan. Sampai kami harus mengeroyoknya.”
“ Kami bekerjasama dengan neneknya, baru dia mau pergi.” Jane meneguk minumannya ,” Kak Rei sampai menyediakan perawat yang akan menjaga nenek Sassy seminggu kedepan.”
“ Sampai segitunya ?”
Jerry tertawa ,” Perhatikan saja, kamu akan segera melihat dia mudah disayangi. Keahliannya adalah membuat orang nyaman didekatnya.”
“ Dan aku katakan apa adanya, kami berharap dia punya pengaruh yang sama pada dirimu Luke.” Rei duduk dihadapan Luke.
“ Minimal seperti yang dirasakan Kak Rei dan Kak Jerry, kalau nyaman dalam bentuk lain itu lebih baik.” Cinta mencium pipi Luke ,” Aku gak keberatan memanggilnya kakak ipar.” ditinggalkannya Luke sebelum lelaki itu menjawab ,” Delia, kelihatannya kalian dijemput.”