*** Érique tidak tahu harus berbuat apa. Miranda sangat kejam, wanita itu selalu menghantui hidupnya bagai papparazzi. Seakan Érique dan Victoria tidak berhak mendapatkan kebahagiaan. Laju mobilnya yang awalnya pelan mulia bergerak lebih cepat. Pria itu ingin segera pulang, bukan karena ia anak rumahan. Melainkan karena khawatir pada Victoria. Dia tidak mau hal buruk terjadi pada kekasihnya. Walaupun Miranda adalah ibu kandung Victoria, Érique masih ragu dengan wanita itu. Bisa saja dia mencelakakan anaknya sendiri, siapa yang tahu isi hati penjahat. Amarah, kekesalan, dan dendam biasanya berakhir dengan satu kata mengerikan "kematian". Kata itu terdengar sangat horor dan menakutkan. Pikiran lelaki itu dipenuhi bayang-bayang Victoria. Perjalanan pulang, Érique dibuat kesal dengan lampu

