Bab 19

1962 Kata

*** Érique duduk di sofa sambil menggenggam tangan Victoria. Akan ada badai besar yang harus mereka lalui, apa lagi kalau bukan restu Miranda. Érique tetap optimis jika ibu Victoria itu mau menerimanya. Dia benar-benar serius menjalani hubungan dengan Victoria. Lelaki itu memandangi Victoria dengan tatapan penuh kasih sayang. Keputusannya ke New York adalah keputusan yang tepat. Apa yang di alaminya seakan terbayar dengan kembalinya Victoria. Cukup lama mereka menunggu, Miranda dan Ezra pulang sore harinya. Wanita itu terlihat bahagia saat memasuki rumah. Namun, saat melihat sosok Érique, moodnya langsung berubah. Dengan berapi-api, wanita itu menghampiri Érique. "Untuk apa kau kemari? Belum cukup kau menyakiti putriku?" Tanya Miranda penuh amarah. Ezra mencoba menenangkan istrinya. "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN