*** "Victor, ayo bangun, sayang," teriak Victoria. Pagi-pagi sekali wanita itu berteriak memanggil putranya. Victoria sedang berada di dapur membuatkan capuccino untuk suami dan anknya. Wanita itu sangat kerepotan, perutnya yang kini membesar membuatnya mudah merasakan lelah. Karena tak ada jawaban dari putranya, terpaksa Victoria harus meninggalkan dapur lalu melangkah menuju kamar putranya di lantai dua. Victoria menggeleng, melihat putranya masih tidur. "Victor, ayo bangun, nak. Matahari sudah terbit. Kau bisa terlambat ke sekolah," ucap Victoria sambil menggoyangkan tubuhnya. Monkey bangun dengan malas. Anak itu mengucek kedua matanya dengan mimik kesal. Kesal karena tidurnya harus terganggu. "Ayo, kita sarapan ya, sayang. Dad dan Arissa sudah sejak tadi menunggu di ruang makan," buj
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


