32

1018 Kata

Mas Azzam mendekat dan mendekap tubuh gue erat, gue mecoba menyunggingkan senyuman gue dalam dekapan Mas Azzam, gue gak mungkin bilang kalau gue sedihkan? Gue gak mungkin ngasih tahu itu, Mas Azzam melepas dekapannya dan mengusap pelan pipi gue sebelum ikut menyunggingkan senyum menenangkannya, udahlah yang penting itu akad. "Ikut Mas sebentar" gue mendongak menatap Mas Azzam penuh tanya sekarang, kita mau kemana? "Mau kemana Mas?" tanya gue yang dibalas dengan senyuman sekedarnya, Mas Azzam ngerencanain apaan lagi sekarang? Setelah pasrah ditarik Mas Azzam keluar dari rumah, gue cuma duduk diam ngebiarin Mas Azzam fokus nyetir tapi begitu tahu Mas Azzam ngebawa gue ke rumah sakit, gue udah sesak nafas ditempat. "Kita ngapain disini sih Mas? Dirumah itu masih banyak yang harus dikerjai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN