"Pak Azzam?" gue ikut mengalihkan pandangan gue begitu Bang Ghalih nyebut nama Mas Azzam dan gue mendapati Mas Azzam udah berdiri mematung didepan pintu. Mengabaikan Bang Ghalih dan Ayahnya, gue berjalan mendekat dan ngeraih tangan Mas Azzam gitu aja, gue gak mau Mas Azzam salah paham, gue gak mau disaat gue udah bisa ngebuka hati untuk suami gue, gue malah berakhir dengan ngecewain suami gue lagi dan lagi. "Mas, Aya beneran gak tahu apapun" Mas Azzam menatap gue lekat tanpa mengucapkan sepatah katapun. "Mas, jawab Aya" gue mengeratkan genggaman gue ditangan Mas Azzam dengan tatapan memohon. "Mas percaya" satu kalimat Mas Azzam yang ngebuat gue kembali bisa bernafas lega, "Mas percaya sama Aya" Mas Azzam melepaskan genggaman gue ditanggannya dan beralih mengusap kepala gue lembut, gue be

