"Zam, kenapa?" gue yang masih berada dalam dekapan Mas Azzam mengusap air mata gue karena kehadiran Pak Adam, Mas Azzam memperhatikan gue sekilas sebelum melepas dekapannya. "Mertua gue meninggal, gue minta tolong gantiin gue untuk tiga hari ke depan sama sekalian titip izin untuk Aya sama Adek gue" jelas Mas Azzam yang dihadiahi tatapan kagetnya Pak Adam, jangankan Pak Adam, semua orang disini juga udah gak bisa berkata apapun, denger kata mertua untuk seorang Azzam, izin untuk gue sama Ara terlebih lagi perlakuan Mas Azzam ke gue sekarang beneran ngambil alih perhatian mereka. "Innalillahi wainna ilaihi raji'un, gue turut berduka, insyaallah gue bantuin" mendapat jawaban dari Pak Adam, gue sama Mas Azzam langsung pamit dan rumah orang tua gue adalah tujuannya. Selama perjalanan gue mu

