27

1412 Kata

"Memang pacaran yang Aya mau seperti apa? Apa seperti ini?" Mas Azzam ngecup pipi gue sekali dan tersenyum dengan wajah tanpa rasa bersalahnya. "Mas jangan aneh-aneh ya, Aya lagi gak mood ngeladenin becandaan gagalnya Mas, lebih baik sekarang Mas naik, beberes sama setelahnya tidur, besok ngajar pagikan?" gak nunggu respon Mas Azzam, gue berjalan masuk dan nutup balik pintu kamar gitu aja, asli Mas Azzam sebenernya kenapa? Aneh. . . . Hari ini gue berangkat gak bareng Mas Azzam, bukan karena lagi marah tapi memang gue gak punya kelas pagi, dateng siangan bareng sama Ara, lagian kalau dulu mungkin gue bakalan seneng bisa duduk ngobrol sama Ara dikantin tapi gak untuk sekarang, tatapan orang-orang masih belum bisa diajak kompromi. "Ay, ngelamun?" tanya Ara nepuk tangan didepan gue. "R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN