28

1124 Kata

"Sayangnya Mas cemburu hari ini? Mas milik Aya" Mas Azzam mendekap tubuh gue dan ngecup kening gue berkali-kali, Mas Azzam gak akan berkata maaf karena disini mungkin memang ucapan gue yang udah keterlaluan, gak seharusnya gue ngomong kaya gitu sama Nia tadi. "Tapi Nia itu cuma modus" cicit gue. "Mas tahu" balas Mas Azzam mengusap pelan punggung gue, kalau Mas Azzam tahu kenapa masih tetap ngebelain Nia? Mas Azzam suka domodusin? "Jangan mikir aneh-aneh" ucap Mas Azzam melepas dekapannya, "Saya sudah menikah dan jangan menyakiti istri saya jika kamu masih menghargai saya sebagai dosen kamu, apa ucapan seperti itu cukup untuk membuat Aya tenang? Aya marah tanpa mendengarkan penjelasan Mas lebih dulu sayang" "Mas panggilin sopir taksinya sebentar, Aya mau sesuatu?" gue menggeleng dan Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN