Jurusan Suami Terbaik

2999 Kata

Ia akhirnya pasrah. Ikut masuk ke dalam rumah dan duduk dengan canggung di meja makan. Mana Nathan tak kunjung keluar dari kamar. Ia ingin sekali mencekik lekaki itu karena membuatnya terjebak di sini. Aah harusnya tadi ia minta diturunkan di jalan saja alih-alih berada di sini. Astagaaaa! Kenapa semua penyesalan datangnya selalu terakhir ya? Ya begitu lah yang namanya hidup bukan? "Makan dulu ya, Zura. Pasti belum pada makan kan?" Ia hanya bisa mengangguk tipis. Benar-benar pasrah karena tak bisa berbuat apapun. Lalu tak lama, malah Vita yang datang. Gadis kecil itu banyak sekali bertanya padanya. Biasanya sih lebih sering melalui telepon. Karena Nathan seringkali meneleponnya disaat sedang bersama dengan Vita. Meski hanya pernah melihat foto atau mendengar suaranya kini gadis kecil itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN