* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Setelah adzan maghrib terdengar, Papa dan Mama Metta baru kembali dari kantin sekaligus beristirahat di gazebo rumah sakit. Wajar, Dafi pun juga bisa merasakan betapa bosan dan tidak menyenangkannya menjaga orang sakit di rumah sakit. Bukan perihal keberatan yang dibahas oleh laki-laki itu, tentu ia tidak keberatan sama sekali. Yang ada dia malah marah kalau kekasihnya tidak memberi tahu kabar seperti ini dan membiarkan dia tidak menjenguk sama sekali. Tapi gak mau munafik, yang namanya jagain orang sakit pasti gak enak. Selain karena gak tega saat melihat orang yang dikasihinya sedang menempati ranjang rumah sakit dengan infus di tang

