* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Di pukul sepuluh kala Kaila belum juga bisa tertidur—padahal jam tidurnya adalah jam sembilan kalau sedang tak ada pekerjaan dan kali ini pun ia tak memiliki pekerjaan tapi entah, dia hanya tak bisa tertidur—ponselnya berdenting dengan volume kecil. Dia meraih ponsel yang ada di ujung ranjang dengan malas-malasan. Ada notifikasi pesan masuk dari Satria. Satria Ardana : Kai, udah tidur? Aku baru masuk hotel. Kaila membacanya, dia yakin Satria tahu bahwa pesannya sudah dibaca karena tanda centang dua sudah berubah warna. Tapi dia tak berminat membalas, sejujurnya dia sungguhan tak ingin seperti ini, tapi rasa tak nyaman di hatinya

