Wildan : Selamat Dua Tahun

1589 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Kanya bahkan betulan gak mandi dulu, atau dandan dulu. Cewek itu hanya mencuci muka, memakai dressnya yang sudah dari seminggu yang lalu disiapkan—walau jujur udah agak gak mood buat make apa lagi dinner dadakan begini—juga gak pakai make up. Karena suasana hatinya yang buruk, gadis itu tampil seadanya saja. Wajahnya hanya terpoles bedak dan lipcream, blush on, dan menyemprot parfum saja. Wildan tentu gak masalah. Cewek itu mau mengiyakan ajakannya aja udah alhamdulillah. “Gak papa, kan, aku gini?” tanya Kanya kala dia sudah berada di hadapan Wildan lagi yang masih duduk di tempat semula—di sofa ruang tamu—masih dengan muka masam. Sungguh bukan K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN