* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Daf, kok badan gue dari kemarin anget, ya?” Dafi inget banget, tiga hari yang lalu, itu yng dikatakan Metta—kekasihnya—lewat telpon di pukul setengah sembilan malam. Mendengar itu, Dafi yang lagi ngecek ikan di akuarium kamarnya langsung menghentikan aktifitas, dia langsung nyamperin hapenya yang emang dia taruh deket meja, lalu meantap khawatir ke arah sang kekasih. “Anget gimana? Lo demam?” Metta jarang sakit. Jarang banget. Bahkan pas cewek itu dulu kellahan akibat jadi panitia di acara gakultasnya yang membuat Metta tiga hari tiga malem cuman tidur dua jam—gak pernah lebih—dan makannya telat mulu, Metta gak sakit. Cewek itu e

