Pemuda jangkung itu melangkah ringan ke koridor dengan sesekali mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Alisnya bertautan melihat sosok berambut panjang gelombang di ujung koridor tengah sibuk mengobrol dengan beberapa anak cowok sembari tertawa cantik. "Cih. Bisa-bisanya tebar pesona ya?" Gumamnya sudah mengeraskan rahang lalu melangkah cepat bergabung bersama mereka. "Alena," panggilnya dengan nada dingin membuat anak-anak cowok itu menoleh ke arahnya dengan kening mengkerut. "Apaan?" Balas Alena santai dengan mengerjapkan matanya pura-pura bodoh. "Siapa? Pacar lo?" Tanya anak-anak cowok itu membuat Alena sontak mengibaskan tangannya mengelak. "Bukan elah, teman gue." Katanya dengan kembali tersenyum membuat Lian menahan emosi. "Baguslah kalau begitu, nanti malam jangan lupa ya ke

