Deon memicingkan matanya menatap sosok jangkung Syahid kini masih mengobrol manis dengan kucing di pinggir lapangan kampus. Pemuda itu terdengar berbicara lebih lembut dari biasanya, dan juga dikasih makan wiskas yang bisa Deon pakai buat beli nasi uduk. Lebih beruntung kucing daripada Deon. "Jangan keliaran terus ya," ujar Syahid masih mengusap lembut kepala kucing berbulu hitam itu. "Meong," "Nanti kalau ketemu sama teman-temanmu yang lain ajak ke sini," "Meong," "Jangan berkelahi, gue pasti beliin makanan buat kalian, nanti gue bagi sama rata." "Meong." Syahid kembali tersenyum gemas dengan masih membelakangi Deon yang sudah menggelengkan kepalanya heran melihat kelakuan pemuda itu dan juga kucing orange yang seakan mengerti apa yang Syahid katakan. "Perasaan kucing yang kemarin

