Lian masih menyeruput minuman dinginnya dengan tatapannya mengarah lurus pada pemuda di depannya yang seperti kehilangan arah. Hanya melamun dengan muka linglungnya membuat ia mendesah panjang merasa kesal sendiri. "Emang masalahnya apaan, sih? Kenapa bisa lo kayak habis ngelihat setan begini?" Lian sudah menaruh gelas minumnya di atas meja kafe sembari menempelkan punggung pada kursi. "Gimana gue bisa bantu kalau lo cuma diam aja?" Geramnya sudah meninggikan suara membuat pemuda di depannya mengerjap kaget lalu kembali melamun. "Astaga, sabar banget gue ngadepin manusia kayak lo." Ujarnya mendecak heran, meraih lagi gelas minumnya dan meneggaknya sekaligus. "Airin ngajak gue nikah, dan–" Omongan Syahid terpotong karena Lian sudah menyemburkan minumannya pada wajah tampan Syahid yang ki

